Blogger news


Pages

Wednesday, 16 November 2011

PENGARUH PERTAHANAN dan KEAMANAN PADA KEHIDUPAN BERNEGARA


PENGARUH PERTAHANAN dan KEAMANAN PADA KEHIDUPAN BERNEGARA

OLEH
ZAKA FIRMA ADITYA*

*
mahasiswa semester 3 Fakultas Hukum Universitas Negeri Smerang 2011

Ketahanan Nasional
            Ketahanan nasional merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu. Tiap-tiap aspek relatif berubah menurut waktu, ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang sulit dipantau karena sangan komplek.
            Konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan, yaitu:
1.                  Aspek alamiah (Statis)
            a. Geografi         b. Kependudukan         c. Sumber kekayaan alam
2.                  Aspek sosial (Dinamis)
          Ideologi
          Politik
          Ekonomi
          Sosial budaya
          Ketahanan keamanan

1.      PENGARUH ASPEK HANKAM
            Pertahanan Keamanan Indonesia mengandung perngertian kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem ketahanan keamanan negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara RI.
            Pertahanan keamanan negara RI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan, menggerakkan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi.
            Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungi utama dari pemerintahan dan negara RI dengan TNI dan Polri sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia.
            Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara (Hankamneg) yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.
Postur kekuatan pertahanan keamanan mencakup:
  • Struktur kekuatan
  • Tingkat kemampuan
  • Gelar kekuatan

Untuk membangun postur kekuatan pertahanan keamanan melalui empat pendekatan :
  1. Ancaman
  2. Misi
  3. Kewilayahan
  4. Politik

            Pertahanan diarahkan untuk menghadapi ancaman dari luar dan menjadi tanggung jawab TNI. Keamanan diarahkan untuk menghadapi ancaman dari dalam negeri dan menjadi tanggung jawab Polri.
            TNI dapat dilibatkan untuk ikut menangani masalah keamanan apabila diminta atau Polri sudah tidak mampu lagi karena eskalasi ancaman yang meningkat ke keadaan darurat.
            Secara geografis ancaman dari luar akan menggunakan wilayah laut dan udara untuk memasuki wilayah Indonesia (initial point). Oleh karena itu pembangunan postur kekuatan pertahanan keamanan masa depan perlu diarahkan kepada pembangunan kekuatan pertahanan keamanan secara proporsional dan seimbang antara unsur-unsur utama.
            Kekuatan Pertahanan bangsa Indonesia adalah Angkatan Darat, Aangkatan Laut, Aangkatan Udara. Dan unsur utama Keamanan adalah Polri.
            Gejolak dalam negeri harus diwaspadai karena tidak menutup kemungkinan mengundang campur tangan asing (link up) dengan alasan-alasan:
  • Menegakkan HAM
  • Demokrasi
  • Penegakan hukum
  • Lingkungan hidup
            Mengingat keterbatasan yang ada, untuk mewujudkan postur kekuatan pertahanan keamanan kita mengacu pada negara-negara lain yang membangun kekuatan pertahanan keamanan melalui pendekatan misi yaitu untuk melindungi diri sendiri dan tidak untuk kepentingan invasi (standing armed forces):
1.      Perlawanan bersenjata = TNI, Polri, Ratih (rakyat terlatih) sebagai fungsi perlawanan rakyat.
2.      Perlawanan tidak bersenjata = Ratih sebagai fungsi dari TIBUM, KAMRA, LINMAS
3.      Komponen pendukung = Sumber daya nasional sarana dan prasarana serta perlindungan masyarakat terhadap bencana perang.

2.      PENGARUH STABILITAS KEAMANAN TERHADAP KETAHANAN EKONOMI NASIONAL
Konsepsi ketahanan ekonomi nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yan seimbang, serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh yang berlandaskan Pancasila, UUD 45 dan Wawasan Nusantara.
Kesejahteraan adalah kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan niali-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata antara rohani dan jasmani.Keamanan adalah kemampuan bangsa Indonesia melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.


3.     Pengaruh Pertahanan dan Keamanan dalam Globalisasi
Sistem pertahanan yang kuat selayaknya dapat menjadi benteng dalam menghalau berbagai ancaman dan serangan yang datang dari luar. Dapat dilihat dari beberapa negara yang memiliki sistem pertahanan dan keamananyang kuat, mereka memiliki kharisma di mata internasional. Negara adidaya (superpower state) menempati posisi sebagai pemimpin dalam sistem internasional dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi kesepakatan dan memasukan kepentingannya dalam proyek kekuatan dengan lingkup seluruh dunia yang semata - mata untuk menjaga kepentingan negaranya. Negara adidaya tersebut diantaranya adalah Amerika Serikat, Rusia, dan Inggris. Pandangan dunia internasional terhadap negara yang memiliki pertahanan yang kuat berbeda dengan negara yang memiliki pertahanan dan keamanan yang biasa. Negara dengan sistem pertahanan yang kuat memiliki pengaruh terhadap pengambilan keputusan (konsensus) dalam lingkup internasional, seperti di daerah yang rawan konflik misalnya. Seiring berjalannya zaman, memang pengaruh globalisasi sudah mendunia sehingga harus dikembangkan alat persenjataan.

4.     Pengaruh Pertahanan dan Keamanan di Bidang Politik

Ketahanan pada aspek politik dalam negeri = Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum, mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. Kepemimpinan nasional yang mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat. Adanya perbedaan pendapat terkadang membuat berbagai permasalahan sehingga perlu adanya keamanan namun tetap netral dalam menyelesaikannya serta menjaga adanya pengaruh dari luar.

5.     Pengaruh Pertahanan dan Keamanan dalam Bidang Sosial Budaya
Kebudayaan diciptakan oleh faktor organobiologis manusia, lingkungan alam, lingkungan psikologis, dan lingkungan sejarah.
    Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing (local genuis). Local genuis itulah pangkal segala kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing.
       Kebudayaan nasional merupakan hasil (resultante) interaksi dari budaya-budaya suku bangsa (daerah) atau budaya asing (luar) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Interaksi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah tanpa unsur paksaan dan dominasi budaya terhadap budaya lainnya. 
      Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan Indonesia. Identitas bangsa Indonesia adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-sifat dasar:
    • Religius
    • Kekeluargaan
    • Hidup seba selaras
    • Kerakyatan
       Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. Namun adanya tekanan – tekanan kebudayaan lain sering menyebabkan terjadinya disintegrasi sehingga menyebabkan kerusuhan di beberapa daerah. Karena Indonesia memiliki berbagai jenis suku yang berbeda – beda. Oleh karena itu demi pertahanan dan keamanan sangat diperlukan oleh suatu Negara agar tidak terjadi kerusuhan di dalamnya.

6.     Ketahanan pada Aspek Pertahanan Keamanan
  1. Mewujudkan kesiapsiagaan dan upaya bela negara melalui penyelenggaraan SISKAMNAS.
  2. Indonesia adalah bangsa cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan.
  3. Pembangunan pertahanan keamanan ditujukan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan.
  4. Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan harus dilindungi.
  5. Mampu membuat perlengkapan dan peralatan pertahanan keamanan.
  6. Pembangunan dan penggunaan kekuatan pertahanan keamanan diselenggarakan oleh manusia-manusia yang berbudi luhur, arif, bijaksana, menghormati HAM, menghayati nilai perang dan damai.
  7. TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang berpedoman pada Sapta Marga.
  8. Polri sebagai kekuatan inti KAMTIBMAS berpedoman pada Tri Brata dan Catur Prasetya. 

Reactions:

0 comments:

Post a Comment